25 September 2009

Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain

Dimarahi Bule
Allah Maha Baik.
Tidak pernah Dia kecewa.

Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda, saya dan beberapa kawan,
ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Tempat dan waktu sudah ditetapkan.
Sedari pagi kami sudah siap-siap. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi
sudah baik. Jadi, bisa terukur.

Pada waktu yang telah ditetapkan, kami sampai di tempat yang dimaksud. 15 menitan kami
tunggu di tempat itu, tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. Kami waktu itu, saling
berpandang-pandangan, bertanya-tanya di hati, katanya orang bule terkenal paling disiplin.
Nyatanya ga semua ya. Buktinya kami-kami yang datang sejak awal, harus menunggu. Sudah
lewat 15 menit pula.

Ga lama, ada seorang Bule, dan ternyata memang dia. Bule ini datang menghampiri kami,
marah-marah. Mukanya serius. Lalu menyebut kira-kira begini, “Bangsa asia, suka telat!”.
Wah, kami tidak terima. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi.
“Misternya saja yang telat’, begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga.
Selidik punya selidik, tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. Kami salah
identifikasi tempat. Sekian menit kami tidak kunjung datang, Bule itu curiga kami salah
datang. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu. Dan benar, di sana dia ketemu
kami-kami. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. Wuah, padahal ini negerinya dia,
dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa.
Tapi ya sudahlah, cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah.
Cerita ini hendak memberikan gambaran, bahwa subhaanallaah, Allah itu benar-benar Maha
Baik. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh, habislah kita. Dalam 5x sehari waktu shalat,
seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita
mementingkan Allah, lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah
di waktu shalat?

Kita aja kalo jadi orang tua, lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya, lalu dia tidak
bergerak, kita jadi marah. Anak kita suruh mandi, tidak mendengar, idih, kita sebel banget.
Lalu kita ini gimana?


Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya


KDW0117 Seri 17 dari 41 seri/esai


3 komentar:

Post a Comment