9 October 2009

Pentingkah Dunia?

Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. Hebatnya, sangat fair Allah
mengajarkan kita tentang dunia-Nya. Ga apa-apa kita mencari dunia, asal kita ga melupakan Allah.
Sayang, kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. Pas ga ada dunia di kakinya, dia nangisnangis
minta sama Allah. Begitu ada, Allah dilupakan. Ada yang lurus-lurus saja ketika ga megang
harta. Begitu punya harta, berubah. Berubah sombong, berubah lalai, berubah “nafsi-nafsi”/hidup
sendiri-sendiri, dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla.

Sementara itu, tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia
sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. Tentu saja kita kepengen seperti yang
disebut terakhir ini. Punya dunia, tetap saleh. Malah bertambah saleh. Punya dunia, bertambah
tawadhu’. Punya dunia, tapi bertambah-tambah kebaikannya. Punya dunia, bertambah-tambah
takutnya sama Allah. Entahlah, saya yang muda ini masih menganggap, jadilah orang-orang yang
terdepan dalam dunia dan akhirat, ga boleh timpang salah satunya. Namun segitunya saya berprinsip
ini, saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah
memegang dunia.

Ok, mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren, sudah cukup menjawab beberapa
pertanyaan yang dialamatkan ke saya. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan
dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. Bagi saya, ini juga persiapan
memegang dunia tapi mengendalikannya, bukan dikendalikan dunia. Betapapun, menjadi muslim
yang kuat, yang berhasil, yang banyak manfaatnya, lebih disukai Allah ketimbang muslim yang
kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan
ekonominya.


Tidak Sadar


(+) Tambah sibuk ya…?
(-) Alhamdulillah… Begitulah.
(+) Sudah berapa cabang sekarang ini…?
(-) Baru empat cabang. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang.
(+) Wah, subhaanallaah ya.
(-) Iya, subhaanallaah… Alhamdulillah.



Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya


KDW0120 Seri 20 dari 41 seri/esai

11 komentar:

Post a Comment