6 October 2009

Ibadah; Jalan Rezeki Utama, Bekerja Dengan Allah, Bekerja Untuk Allah

Ibadah Tujuan Hidup

Abang Kun bangun. Anak saya yang ketiga, laki-laki. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. Kami
memangginya Abang Kun. Barangkali sebab dipanggilnya abang, maka pas ia berumur empat
bulan, istri saya “isi” lagi, alias hamil lagi. Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat, yang bisa
sembuh, sehat, nromal, sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah.
Abang Kun bangun. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari. Di TVRI sedang
berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah. Subhaanallaah, sambil muraja’ah juz ke-14
untuk ngimamin tarawih besok, saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga, bisa semuanya
berangkat ke Baitullaah. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline,
agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah, di Baitullaah-Nya. Ya Allah, saya juga
berkesempatan berdoa agar semua kaum muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah.


Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. Saya masuk ke kamarnya Abang, dan
mengambilnya. Saya gendong, saya usap punggungnya, dan saya katakan padanya: “Abang,
lihat Mekkah yuk. Lihat Ka’bah. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”.
Dalam keadaan TV mati, saya hidupkan. Abang terdiam dari nangisnya. Dan masya Allah, dia
bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. Abang menunjuk-nunjuk
dengan tangan mungilnya layar di TV, dan melihat dengan mata tidak berkedip.
Ya Allah, kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. Alunannya membuat saya rindu
akan Baitullaah.

Kebetulan pula, rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an, yang ke sekian,
berangkat shubuh ini, dipimpin oleh KH. Kosasih. Selamat jalan jamaah umrahku, bawalah doa
untuk negeri ini. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. Hanya itu jalannya kalau
negeri ini mau makmur kembali. Selamat jalan wahai jamaah umrahku, dan jamaah umrah dari
seluruh tanah air. Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan
anak negeri di seluruh negeri. Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar
negeri ini; ya pimpinannya, ya ulamanya, ya habaaibnya, ya masyarakatnya. Semuanya. Agar
keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan
kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. Selamat jalan jamaah umrah semua. Semoga Anda
semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan
ibadah, iman dan kembali dengan umrah yang mabrur.

Peserta KuliahOnline, sesuai dengan janji saya, bahwa hari ini kita akan belajar tentang
“Ibadah: Jalan Rizki Utama”, maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid.
Sama dengan esai kemaren, esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya


KDW0119 Seri 19 dari 41 seri/esai

1 komentar:

Post a Comment