27 August 2009

Romantisme Bertauhid

Pesantren Online

Pagi ini, tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar
Indonesia edisi akhir pekan. Tema nya: Pesantren Kilat. Oleh bagian produksi saya diminta
untuk menyinggung soal KuliahOnline.

Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. Saya jawab, bahwa
salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online.

Entahlah, tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. Bagaimana dengan
Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan?

Tapi saya berusaha tetap konsisten. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat,
dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. Sebutan Pesantren Online ini sungguh
menggoda. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian
merilis Pesantren Online ini. Dan rasanya, tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan
saja. Artinya, biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi
mirip seperti pesantren pada umumnya, hanya bedanya ia bersifat maya.


Supir Saya

Kita tidak mengenal Allah. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-
Nya. tidak di shalat fardhu, dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. Beruntunglah
orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. Datang dengan segala
karunia-Nya, datang dengan segala pertolongan-Nya.

Untuk kemudahan berkendaraan, Allah karuniakan saya supir. Saya tidak menganggap supir
saya ini lebih rendah dari saya. Malah saya seringkali membesarkan hatinya, bahwa kemana
saya ceramah, maka dia dapet juga pahala kebaikannya. Asal dia mau membaca basmallah
dan berdoa agar amalan ceramah saya, pun ia dapatkan.

Namun, ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu, tidak kurang saya pun suka
terbersit rasa kesal. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan, koq malah ga ada?” begitu saya
berpikir.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya


KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai

8 komentar:

Post a Comment