21 August 2009

Dapat Apa Dari Dunia…?

Daarul Qur’an Method

Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal.
Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi, sering kita tidak sungguh-sungguh.

Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X, wali murid dari santri kami yang
bernama Ayu. Alhamdulillah, selama Ramadhan ini, Pesantren punya kegiatan buka puasa
dan tarawih keliling ke wali-wali santri. Mereka senang-senang. Sudah mah bisa melihat
anaknya pulang, mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan
guru pesantren. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa
mendampingi. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. Yakni di
kediaman tuan rumah, atau di mushalla/masjid di sana, yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan
ini (tidak semua mushalla berkenan, mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu
sanggup mengikuti tarawih begini).


Nah, Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. Saya senang sekali. Ini kan
sama juga dengan saya mengisi ruh, hati dan pikiran para wali santri. Saya baru sadar, oh iya
ya, kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini. Insya Allah
kalo visi misi nya sudah sama, hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah, maka ini akan
mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. Perubahan bermodalkan
ridha Allah.

Pak X ini bertanya kepada saya, kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang, insya Allah saya
sempatkan. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak
badan”. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan, dan kemudian saya diamanahkan
Allah beberapa kegiatan. Tumbang juga. Saya pikir, besok saja (tadi pagi maksudnya), habis
shubuh, habis siaran langsung di TPI jam 05.00-05.30. eh, malah tumbang beneran. Istirahat,
bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak
santri di Pesantren. Masya Allah, maafkan saya ya.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download versi cetaknya


KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai

3 komentar:

Post a Comment